Merangkul Masa Depan: Mengelola Diri Kita Sendiri Untuk Meghadapi Dunia Baru.

Ada atau tidak adanya pandemi perubahan tetap akan terjadi. Perubahan terjadi di setiap lini, dan itu tidak dapat kita hindari namun harus kita hadapi dengan terus mengupgrade diri. Hal ini yang seharusnya dapat memotivasi agar kedepannya kita mampu berkompetisi dan bertahan di tengah cepatnya perubahan.

Kedepan, dunia akan semakin membutuhkan orang-orang kreatif, berintegritas dan proaktif. Mungkin sebagian dari kita telah mengetahui bahwa indikator IPK berada di urutan ke-17 pada kriteria penting dalam keberhasilan. Hal itu memang benar adanya, berdasarkan fakta tersebut diungkapkan oleh survey National Association of College and Employee (NACE) di Amerika serikat pada tahun 2002. Tak hanya itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Harvard University hasil menyatakan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill), namun juga keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill).

Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Dian Siswarini selaku CEO & President Director XL Axiata, “dalam menyeleksi pegawai, kemampuan akademis bukan merupakan satu-satunya faktor. Namun ada hal lain yang lebih penting adalah soft skills yaitu kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengemukakan pendapat, kemampuan mengemukakan opini dan kemampuan etos kerja.” Pada acara Alumni Gathering & Sharing Career with XL Axiata (18/7/2020).

Softskill sendiri tidak serta-merta kita dapatkan hanya dengan duduk manis di dalam kelas menerima apa yang dosen sampaikan, tapi dengan turut aktif baik di kelas maupun kegiatan keorganisasian atau kepanitiaan di luar jam pelajaran. Dengan bersosialisasi dan berorganisasi kemampuan softskill akan terbentuk. Karena masa depan bukan dicari melainkan dicreate.

Telkom University sendiri mewajibkan seluruh mahasiswa/i nya untuk aktif tidak hanya di dalam kelas, namun turut aktif dalam berbagai kegiatan lain seperti mengikuti kegiatan penelitian, organisasi atau kepanitiaan, seminar, palatihan, menjadi asisten laboratorium dan kegiatan ekstrak lainnya. Yang nantinya akan terakumulasi melalui Transkrip Aktivitas Mahasiswa (TAK) yang akan menjadi syarat kelulusan.

Ibu Dian sendiri mengakui bahwa “lulusan Telkom University rata-rata selain kemampuan teknisnya yang baik, juga mempunyai softskill dan etos kerja diatas rata-rata. Jadi mereka tidak hanya aktif pada jobdesknya tapi juga aktif di luar jobdesknya. Saya yakin ini adalah hasil dari didikan yang efektif dan holistik dari jajaran dosen di kampus Telkom University” tuturnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya alumni Telkom University yang berkarir di XL Axiata.

Bu Dian juga memberikan inputan dalam acara ini kepada para mahasiswa mengenai kemampuan paling penting yang harus dimiliki oleh kita sebagai mahasiswa yang pertama adalah learning agility, yaitu kemampuan untuk beradaptasi, kemampuan untuk mempelajari sesuatu yang baru. Karena konten itu akan berubah sangat cepat, dan bisa jadi apa yang kita ketahui sekarang menjadi kurang relevan di masa depan. Kemampuan kedua yang harus kita miliki adalah kemampuan menganalisa data, milyaran data setiap harinya bisa kita dapatkan dan untuk mendapatkan data tersebut, itu bisa digantikan dengan mesin tapi untuk mendapatkan insight dan kemudian merealisasikan itu kapada solusi tetap menggunakan otak manusia. Disini lah nantinya peran manusia tidak akan tergantikan oleh mesin, dan itu merupakan satu kemampuan yang harus dimiliki.

Di XL sendiri, alumni Telkom University sangat mendominasi. Berdasarkan data yang di sampaikan oleh Francky Rinaldo P selaku Group Head Regional Jabodetabek “dari Telkom University ada 137 yang bekerja di XL Axiata” tuturnya. Beliau pun merupakan alumni Telkom jurusan Teknik Elektro angkatan 1995.

Dengan demikian, menjadi mahasiswa yang open minded terhadap segala perubahan dan mau berubah demi masa depan dengan meningkatkan kemampuan merupakan kunci untuk meraih kesuksesan.