Sharing 2.0 CAE Hadirkan CEO Nemonic Design dan Raney Studio

Sharing 2.0 CAE Hadirkan CEO Nemonic Design dan Raney Studio

Bandung, Telkom University – Bekerjasama dengan Fakultas Industri Kreatif, Direktorat Pengembangan Karir, Alumni, dan Endowment (CAE) menyelenggarakan acara rutin alumni sharing yang bertajuk Alumni Sharing: Entrepreneur 2.0 dengan tema “Peluang Bisnis Fashion di Masa Pandemi”. Acara ini dilangsungkan pada Kamis (18/2) di platform Zoom Meeting dan kanal Youtube Tel-U CAE dengan diikuti total 151 peserta.

Acara alumni sharing yang kedua ini dimeriahkan oleh dua alumni berbakat yaitu Inas Nabilla, pemilik dari Nemonic Design (Alumni Kriya Tekstil Mode 2017) dan Rahma Neysa Melina, pemilik Raney Studio (Alumni Kriya Tekstil Mode 2019) setelah pada Alumni Sharing: Entrepreneur 1.0 Direktorat CAE mengundang Rio Garia Aprilio dan Galih Mandala Putra dalam pembahasan mengenai content creator.

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa Fakultas Industri Kreatif Telkom University sering kali mencetak alumni-alumni yang terampil dalam bidangnya. Ditambah dengan fakta bahwa dunia fashion tidak ada hentinya dalam menciptakan kreatifitas dan inovasi. 

Alumni sharing kali ini juga dihadiri oleh Bapak Ahmad Tri Hanuranto selaku Direktur Pengembangan Karir, Alumni dan Endowment dan Ibu Roro Retno Wulan selaku Dekan Fakultas Industri Kreatif.

Inas Nabilla menjadi pembicara pertama dengan pemaparannya mengenai Fashion Creativepreneur In The Time of Pandemic. Selain menjadi pemilik dari Nemonic Design yang berfokus pada studio tekstil, Inas Nabillla juga mendirikan usaha di bidang social enterprise bernama Kelayang yang menitikberatkan pada komersialisasi produk pengrajin lokal dan dukungan terhadap kesempatan bisnis para pengrajin.

Pada kesempatan ini, Inas menjelaskan bahwa setiap orang memiliki peluang untuk menjadi seorang desainer dan creativepreneur. Berawal dari ketertarikan, Inas akhirnya memilih desain mode dengan teknik marbling yaitu teknik tekstil dengan cara melukis motif di atas air kemudian motif tersebut ditransfer ke permukaan kain. Selain membuat produk fashion, Inas memaparkan bahwa Nemonic Design juga mengikuti bazar dan workshop guna mengenalkan value dan memperluas target konsumen.

“Sebagai desainer kita harus optimal dalam membuat produk yang unggul karena produk tersebutlah yang kita jual dan juga agar mendapatkan feedback dari masyarakat. Sedangkan dari Kelayang kita lebih fokus pada kompetensi untuk menciptakan impact yang baik di masyarakat dan menjadi lebih aware dan mindful sehingga kita bisa mengembangkan diri juga sebagai desainer.” Tutur Inas Nabilla.

Rahma Neysa Melina, sebagai pembicara kedua mengungkapkan bahwa di masa pandemi seperti sekarang ini ternyata masih ada peluang untuk berbisnis mode. Berbeda dengan Inas Nabilla yang memulai bisnisnya ketika masih berkuliah, Raney, sapaan akrabnya, menceritakan bahwa dirinya baru mengawali bisnis Raney Studio di kala pandemi. Raney Studio berusaha menjadi brand yang menyeimbangkan antara good business dan good design dan memiliki misi untuk menjadi industri fashion yang bersahabat dengan lingkungan.

“Jadi misi kami adalah suatu hari industri fashion tidak harus memproduksi produk dan membuat limbah kain semakin banyak, ditambah dengan volume produksi dengan kuantiti yang besar. Kita harus lebih bertanggung jawab dan memperhatikan lingkungan sekitar ketika mengembangkan produk, bukan hanya dari segi fungsinya saja namun bagaimana dampak produk kita, apakah positif atau negatif.” Jelas Raney.

Setelah pemaparan dari kedua narasumber, acara dilanjutkan dengan presentasi materi yang disampaikan oleh Yunia Rizki Ramdhani selaku perwakilan dari PADMI mengenai pendaftaran program S2 di Telkom University.

Direktorat CAE selalu berkomitmen untuk menjadi direktorat yang bermanfaat bagi sesama, bukan hanya untuk alumni dan mahasiswa, namun juga masyarakat. Direktorat CAE juga selalu mendukung dan menjamin keberlanjutan kemajuan dan prestasi Telkom University. 

Dalam hal ini, “Gerakan Donasi 10.000” kembali digalangkan oleh Dit. CAE guna membudayakan generasi milenial untuk saling membantu dan saling berbagai kepada saudara-saudara yang terdampak oleh pandemi Covid-19, termasuk para mahasiswa Telkom University. 

Selain itu, sebagai bentuk sponshorship antara Tel-U Coffee for Endowment Telkom University bersama PT Bio Farma (Persero), Direktorat CAE memberikan 20 vaksin Influenza Imunicare Biofarma kepada peserta alumni sharing bagi 20 pendaftar pertama.

 

https://it.telkomuniversity.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.