Sharing Juragan Kuliner Bebek Kaleyo dari Kampus Telekomunikasi

Sharing Juragan Kuliner Bebek Kaleyo dari Kampus Telekomunikasi

Bandung, Telkom University – Alumni Sharing Entrepreneur 4.0 kembali diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Karir, Alumni dan Endowment pada 22 Maret 2021 bekerjasama dengan PT. Bebek Kaleyo Indonesia. 

Acara yang diikuti oleh 426 peserta di Zoom meeting ini dihadiri oleh Ibu Dr. Dida Diah Damajanti (Wakil Rektor III Telkom University), Bapak AT Hanuranto (Direktur Pengembangan Karir, Alumni dan Endowment), Kang Ahmad Nugraha (Presiden Forum Alumni Telkom University), dan Bapak Bambang Setia Nugroho selaku Dekan Fakultas Teknik Elektro.

Dengan tema sharing “Strategi Bisnis Juragan Kuliner Bebek Kaleyo dari Kampus Telekomunikasi”, Bapak Hendri Budi Prabowo selaku CEO dari Bebek Kaleyo yang juga merupakan alumni Teknik Industri Telkom University angkatan 1995 menceritakan latar belakang berdirinya Bebek Kaleyo.

“Usaha pertama saya yaitu berjualan buku cara beternak jangkrik saat masih di bangku kuliah. Jadi bisa dibilang dari sana saya mulai belajar berbisnis. Setelah lulus kuliah saya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan dan saya menikmatinya. Namun setelah berjalannya waktu saya rindu memiliki usaha sendiri. Akhirnya saya dan istri saya memutuskan untuk berbisnis kuliner kaki lima setiap pulang kerja dengan berjualan bebek selama 2 tahun. Hingga di tahun 2009 itu kami memutuskan untuk resign dan mulai serius untuk mengelola Bebek Kaleyo ini,” ungkapnya.

Di sesi tanya jawab, Hendri juga mengungkapkan alasan mengapa ia memilih bebek sebagai menu utamanya.

“Jika memiliki resource yang besar dan kemampuan marketing yang bagus, memang disarankan untuk membuka rumah makan yang mana bisa menjadi pioneer dari usaha tersebut. Namun untuk para pemain yang modal dan marketingnya pas-pasan, saya menyarankan untuk membuka usaha yang sifatnya sudah banyak diketahui orang, seperti nasi goreng, pecel lele, ayam goreng, dll. Hal itulah yang menjadi alasan saya memilih usaha bebek. Karena saya merasa bahwa modal saya tidak banyak dan pengalaman saya kurang, jadi saya memilih usaha makanan yang sudah dikenal oleh masyarakat yaitu bebek,” jelasnya.

Hendri juga membeberkan bagaimana Bebek Kaleyo mampu bertahan di kondisi pandemi seperti saat ini, yaitu melalui promosi digital. Tim marketing menjadi salah satu tim yang sangat penting dalam mempromosikan dan memasarkan produk dari Bebek Kaleyo dan terbukti cukup efektif dalam menaikkan omset sebanyak 80%.

Acara alumni sharing bersama Bebek Kaleyo diakhiri dengan pesan yang disampaikan oleh Hendri Prabowo tentang mimpi dalam berbisnis.

“Kalau kalian punya mimpi, ini saatnya untuk mencoba dan jangan takut gagal. Setiap orang punya jatah gagal, habiskan jatah gagal kalian di masa muda. Sehingga ketika kalian sudah berumur 30-35 kalian sudah bisa menentukan keinginan kalian. Apakah ingin berbisnis atau bekerja, semua itu tidak ada salahnya asalkan kalian sudah mencoba. Bisnis itu seperti berenang. Kita bisa belajar mengenai cara berenang namun jika kita terjun ke lapangan maka kita tidak akan tahu. Jika kita sudah menjalani maka kita akan memiliki intuisi yang lebih baik,” ujarnya.

https://it.telkomuniversity.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.