Sharing tentang Berkarir di Era 2021 bersama Alumni dari LinkAja

Sharing tentang Berkarir di Era 2021 bersama Alumni dari LinkAja

Bandung, Telkom University – Direktorat Pengembangan Karir, Alumni dan Endowment (CAE) kembali mengadakan acara Alumni Sharing Chapter Industry yang diselenggarakan pada Kamis, 10 Juni 2021 melalui Zoom Meeting dan kanal Youtube. Acara yang bekerjasama dengan LinkAja tesebut diikuti sebanyak 213 peserta.

Dalam alumni sharing kali ini, Direktorat CAE mengundang alumni-alumni yang bekerja di LinkAja sebagai narasumber dan moderator. Diantaranya ialah Shatria Putra Dhartia selaku Head of East Ecosystem Expansion Unit LinkAja (alumni S1 Akuntansi 2008), Taufiq Syahrir selaku Head of UI/UX Delivery Unit LinkAja (alumni S1 Informatika 2009) dan Wahyu Bijaksana selaku Procurement Support Associate LinkAja (alumni S1 Teknik Industri 2010). Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh AT Hanuranto Direktur Pengembangan Karir, Alumni dan Endowment, Dr. Ratri Wahyuningtyas selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Z.K. Abdulrahman Baizal selaku Dekan Fakultas Informastika, serta Andirani Lintott selaku SVP Risk, Fraud, Legal and Compliance.

AT Hanuranto mengungkapkan bahwa acara alumni sharing merupakan bentuk dari peningkatan engagement dan networking antara alumni dan almamaternya.

“Kegiatan ini akan terus kita lakukan, minimal seminggu sekali atau bahkan bisa lebih dengan tujuan untuk membangun engagement serta networking antara alumni dan almamater yang nantinya berbuah pada kesempatan untuk membangun negara bersama-sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Andriani Lintott menyampaikan betapa pentingnya teknologi di zaman sekarang ini terutama di saat pandemi.

“Bagi saya pandemi ini merupakan blessing in disguise yang membuat percepatan terhadap penggunaan teknologi. Mungkin tanpa pandemi ini perkembangan teknologi baik di bidang Fintech maupun e-commerce akan membutuhkan waktu 10 tahun untuk sampai ke tahap sekarang ini. Namun dengan adanya pandemi kita dipaksa untuk mempunyai tatanan hidup baru dengan penggunaan teknologi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Shatria Putra Dhartia merupakan alumni S1 Akuntansi tahun 2008 yang saat ini bekerja sebagai Head of East Ecosystem Expansion Unit LinkAja yang membawahi 2 Senior Manager, 11 Manajer, dan 16 Business Development dan Syariah Business Development. 

Dalam sharingnya, Shatria membeberkan bagaimana caranya mengatasi hambatan-hambatan bagi anak muda yang sedang mencari pekerjaan. Yang pertama ialah upgrade skill. Upgrade skill bisa dilakukan kapan saja, baik itu saat sedang kuliah, sudah lulus, saat sedang mencari pekerjaan, maupun saat bekerja. Yang kedua adalah belajar bahasa asing. Di era global seperti sekarang, bahasa asing sangat diperlukan. Dengan belajar bahasa asing, semua memiliki kesempatan untuk bersaing dan bekerja di luar negeri. Yang ketiga adalah internship. Internship menjadi salah satu wadah untuk meningkatkan kemampuan dan menambah ilmu baru. Yang terakhir adalah mencari relasi. Dengan membangun relasi, sesorang bisa mendapatkan informasi lebih mengenai informasi magang, pekerjaan, dll.

 Shatria juga mengungkapka suka dan dukanya bekerja di perusahaan startup

“Sukanya bekerja di startup adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Semakin besar peluang untuk berkembang disana jadi kita punya kesempatan besar pula untuk memupuk kreativitas untuk menciptakan inovasi. Kalau dukanya sendiri kita lebih dekat dengan masalah karena ada ketidakpastian, serta beban kerja yang tinggi karena kita membangun perusahaan dari nol,” ungkapnya.

Taufiq Syahrir yang saat ini menjabat sebagai Head of UI/UX Delivery Unit LinkAja menyampaikan paparannya mengenai bagaiamana karir UI/UX di tahun 2021. Taufiq mengungkapkan bahwa agile mindset menjadi hal yang penting untuk mencapai sebuah tujuan bisnis, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Terdapat beberapa nilai kunci dalam agile mindset, diantaranya ialah individual dan interaksi, working software, kolaborasi dengan pelanggan, dan respon terhadap perubahan.

Tak hanya itu, kemampuan wajib yang perlu dimiliki oleh seorang UX Designer juga ia paparkan saat menjadi narasumber dalam acara alumni sharing ini.

“Kalau di bidang UX Designer kita harus memiliki kemampuan-kemampuan seperti memecahkan masalah, UI & Visual Design, UX Design, komunikasi, portofolio, dan penguasaan software design. Portofolio menjadi kriteria yang penting bagi LinkAja karena dengan portofolio tersebut kita bisa tahu sense of design dari teman-teman dan kelebihan dari teman-teman,” jelasnya.

https://it.telkomuniversity.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.